Al-Azhar Peringatkan Ancaman Kematian Pasien Rumah Sakit di Gaza akibat Krisis Bahan Bakar

(Gambar : AFP)

KEMUDIAN.id, Kairo — Institusi keislaman Al-Azhar Al-Syarif memperingatkan ancaman bencana kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina menyusul menipisnya cadangan bahan bakar untuk mengoperasikan generator rumah sakit. 

Kondisi tersebut dikhawatirkan mengancam nyawa ratusan pasien, korban luka, serta bayi yang bergantung pada peralatan medis di ruang perawatan intensif (ICU) dan inkubator.

Peringatan itu disampaikan Al-Azhar dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (21/10/2026), menyusul informasi dari Kementerian Kesehatan Palestina mengenai habisnya persediaan bahan bakar dan minyak yang dibutuhkan untuk menjaga operasional rumah sakit.

Al-Azhar menilai terhentinya pasokan energi ke fasilitas kesehatan dapat berakibat fatal bagi pasien yang membutuhkan perawatan intensif. Rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat penyelamatan nyawa justru terancam kehilangan kemampuan untuk memberikan layanan medis akibat krisis energi.

Dalam pernyataannya, Al-Azhar menyebut pemutusan pasokan energi secara sengaja terhadap fasilitas medis sebagai bentuk hukuman mati massal bagi warga sipil yang tidak bersalah. Lembaga pendidikan Islam tertua di Mesir itu juga menilai tindakan tersebut sebagai kejahatan perang yang bertentangan dengan hukum dan konvensi internasional.

Al-Azhar Desak Koridor Kemanusiaan Dibuka

Al-Azhar menyerukan kepada komunitas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan berbagai organisasi kemanusiaan agar tidak tinggal diam menghadapi situasi tersebut.

Menurut Al-Azhar, membiarkan rumah sakit kehilangan pasokan energi hingga tidak mampu merawat pasien merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak boleh dibiarkan. Mengubah fasilitas kesehatan menjadi tempat kematian massal, tegas lembaga tersebut, merupakan noda bagi nurani kemanusiaan.

Al-Azhar mendesak adanya tindakan internasional segera untuk menekan pihak pendudukan agar membuka koridor kemanusiaan dan mengizinkan masuknya pasokan penting bagi fasilitas kesehatan tanpa persyaratan yang menghambat.

Seruan itu juga ditujukan kepada negara-negara Arab dan Islam, komunitas internasional, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan. Mereka diminta mengerahkan berbagai bentuk tekanan untuk menyelamatkan sistem layanan kesehatan Gaza sekaligus mengakhiri pengepungan yang dinilai tidak adil.

Apresiasi untuk Tenaga Medis Gaza

Di tengah situasi yang semakin berat, Al-Azhar turut menyampaikan penghargaan kepada para tenaga medis dan paramedis di Gaza.

Mereka dinilai tetap menjalankan tugas di tengah keterbatasan pasokan, ancaman keselamatan, serta kerusakan fasilitas kesehatan. Dedikasi dan pengorbanan para tenaga medis tersebut, menurut Al-Azhar, mencerminkan keberanian luar biasa dalam mempertahankan layanan kemanusiaan di tengah situasi perang.

Pernyataan Al-Azhar kembali menyoroti pentingnya perlindungan fasilitas kesehatan dan tenaga medis dalam konflik bersenjata. Rumah sakit, pasien, dan mereka yang bertugas menyelamatkan nyawa harus mendapatkan perlindungan sesuai ketentuan hukum humaniter internasional. [KMD/EgyptIndependent]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *